Tampilkan postingan dengan label Paleontologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paleontologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 April 2014

Ternyata Kelinci Pembunuh Nenek Moyang Kita

John Fa, peneliti dari Durrell Wildlife Conservation Trust di Jersey, berdasarkan hasil penelitiannya mengklaim bahwa Neanderthals, moyang manusia, punah gara-gara kelinci. Bagaimana bisa?

Fa meneliti tulang belulang hewan yang ditemukan di tiga lokasi penggalian di Spanyol dan Perancis. Dia menemukan bahwa sekitar 30.000 tahun lalu, mamalia besar seperti rusa melimpah di gua. Namun, pada masa berikutnya, mamalia besar mulai jarang ditemui.

 
 Ilustrasi / petsugar.com
Fa berpendapat, kemampuan beradaptasi untuk berburu mamalia berukuran kecil memegang peranan penting dalam kesintasan spesies. Sementara manusia modern pintar beradaptasi, tak demikian halnya dengan Neanderthals.

"Ketergantungan yang tinggi pada perburuan dan konsumsi mamalia besar oleh kelompok kerabat manusia tertentu membatasi kesintasannya ketika mangsa pilihannya menjadi terbatas," papar Fa seperti dikutip Daily Mail.

Fa mengungkapkan, pada masa Neanderthals, jumlah kelinci melimpah. Namun, moyang manusia tersebut tidak mampu atau tidak mau memanfaatkannya. Hal tersebut berkontribusi pada punahnya Neanderthals.

"Analisis tulang yang ditemukan selama ekskavasi di Iberia menunjukkan bahwa kelompok kelinci adalah bagian diet penting dari spesies dengan anatomi manusia modern. Namun, hewan itu relatif tak digunakan selama masa Mousterian, ketika Neanderthals eksis," papar Fa.

Fa tak mengetahui dengan jelas mengapa Neanderthals tak bisa memanfaatkan kelinci. Menurut Fa, Neanderthals kurang memiliki taktik untuk menangkap hewan itu. Adapun manusia modern diduga tak memanfaatkan panah untuk berburu kelinci, tetapi menggunakan api, asap, dan anjing. 
Sumber:
kompas

Rabu, 06 November 2013

Fosil Nyamuk 46 Juta Tahun: Memang Penghisap Darah



Saat menggali di daerah pegunungan Montana, AS, tak sengaja tim ilmuwan dari National History Museum Smithsonian menemukan fosil nyamuk yang  terbungkus baik di dalam serpihan batu lumpur.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcb8qRTtSvu0YFpSd78vdCI-Wrp-Pm0xBsStgKiASPL8Il7zcRjzKZr2voZO3PCpNhMDQcG32TuVMniKaNurWhIdd_Y0kWPNhIaFHLbWXoACG8lbTE6t278k-ucnY8Ef_YAwZOBNtRwyY/s1600/fosil+nyamuk46jutath.jpg 

Selasa, 05 November 2013

Platybelodon, Gajah Purba yang Mirip Monster


Sebuah laporan dari dari Daily Mail memberitahukan bentuk gajah purba yang sangat aneh, gajah purba ini tidak memiliki belalai seperti gajah moderen melainkan memiliki mulut yang panjang dan lebar mirip seperti sekop.

Postingan Lama Beranda
Branch