Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juni 2014

Researchers Want You to Change Your Car for A Mini-Helicopter

Download PDF version
Six institutions funded by the European Union are exploring the idea of small commuter helicopters to tackle city traffic.

http://sciencealert.com.au/images/stories/MyCopter.png

Swarms of flying cars hovering over cities has been a persistent image in sci-fi. We’ve seen them in TV shows like Hanna-Barbera’s The Jetsons and movies such as Blade Runner and The Fifth Element. But the truth is few people have taken them seriously as a solution for everyday transportation. Until now.
myCopter is a European government project that is studying the technical feasibility of small commuter helicopters. The main challenge is figuring out how to make personal choppers easy to fly for ordinary people. Scientists at the University of Liverpool have experimented with prototype flight simulators, testing MyCopter’s systems with people with no flying experience.
Danny Hackim, a journalist for The New York Times, was recently offered a test drive on the simulator and this is what he said: “I don’t know how to fly and I’m not even a very enthusiastic driver, but I took off easily enough from what looked like a field surrounded by six houses in the English countryside. Then I followed a virtual aerial highway stretching out before me by flying through a series of purple squares spread across the simulated skyline.”
myCopter was conceived in 2007 by Heinrich H. Bülthoff from the Max Planck Institute, in Germany, after the European Union asked researchers for ideas that could inspire radical changes in current transportation systems. The rationale behind the project is pretty simple, as Mark D. White, the flight simulator laboratory manager, told The New York Times: “You have so many man-hours lost sitting in traffic jams, and you have a lot of space above us… Can you travel from your home to your city-center work location without getting stopped in traffic jams?”.
The next phase of this project, which will likely begin next year if it gets sufficient funding, is collaborating with companies to generate potential designs. There are other challenges that need sorting out, such as determining how pilots will avoid crashing into each other and what type of physical infrastructure might be needed before we have thousands of personal helicopters flying over us.
There is still a long way to go before myCopter becomes a reality, but a Jetsons-like city might be a reality in the not so distant future.

Selasa, 17 Desember 2013

11 Senjata Tercanggih Yang Hanya Dimiliki Oleh Amerika

Beberapa senjata yang hanya dimiliki Amerika Serikat (AS) ini sudah ada selama beberapa tahun lalu, namun baru-baru ini, senjata itu mengalami modifikasi. Sementara beberapa senjata lainnya masih dalam tahap produksi.

1. MQ9 Reaper Drone
http://defense-update.com/images_new1/raf_reaper_fly.jpg 
Pesawat buatan General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI) ini sudah ada selama 10 tahun. Pesawat ini kebanyakan digunakan untuk intelijen dan pengintaian.

Pesawat yang memiliki lebar 25 meter hingga ke sayap ini saat lepas landas memiliki berat 3.175kg dengan kapasitas muatan 1.360kg dan mampu terbang selama 36 jam. Pesawat ini mampu terbang hingga ketinggian 15.850 meter serta mampu membawa bom seberat 227kg.

2. AA12 Atchisson Assault Shotgun
http://www.ohgizmo.com/wp-content/uploads/2009/04/aa_12_shotgun.jpg
Senjata buatan Maxwell Atchisson ini mampu menembakkan lima peluru per detik. Selain itu, senapan ini juga menembakkan peledak tinggi atau granat fragmentasi yang disebut FRAG-12 dengan efisiensi sejauh 175 meter.

Senjata ini dirancang untuk pertarungan jarak dekat dan menariknya, senjata ini mampu menembakkan sembilan ribu peluru tanpa macet.

3. Jubah Hilang ADAPTIV

http://www.foxnews.com/static/managed/img/Scitech/hexarmor_604x500.JPG 
 
Jubah buatan BAE Systems (BA.L) ini dikembangkan dan dipatenkan di Swedia. Fungsi ADAPTIV melebihi inframerah dan frekuensi elektronik lainnya.

Selain bisa membuat kendaraan tampak menghilang, jubah ini bisa membuat agar sinyal pendeteksi mendeteksinya sebagai obyek lain.

4. PHASR Rifle

http://gopaultech.com/wp-content/uploads/2007/07/phasr-laser-rifle.jpg
Senapan Personel halting and Stimulation Response (PHASR) buatan Kementrian Pertahanan AS ini mampu mengeluarkan laser yang disebut dazzler untuk membutakan dan membingungkan musuh yang muncul untuk bebarapa saat.

PHASR sendiri menggunakan laser hijau untuk memperhitungkan jarak target dan memastikan intensitas yang tak membutakan.

5. Taser Shockwave

http://www.blogcdn.com/www.engadget.com/media/2007/07/taser-shockwave_440.jpg

Senjata buatan TASER ini akan mengalirkan arus listrik pada orang dengan menekan satu tombol saja. Alhasil, senjata ini akan menciptakan ‘wilayah penolakan’ yang bisa dipasang di kendaraan apa pun. Senjata ini efektif di jarak 7,6 meter.

6. Ksatria Hitam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoRO7AOwXlrLjSbAJIMf_LMdjxXET1uHx5O-fh0DCqbbD_1uZQJm0mUa97XxdpfOzSkibUqeKdCFG9O2ZPXVuLcgbZ_P-EZeh_cTgJD-1BV9jkWmPu99i1TA8AI07m-48x_fMxCI5VPC3O/s400/1.jpg

Senjata buatan BA.L ini merupakan perpaduan tank kendali jarak jauh dengan kendaraan pengintai dirancang untuk situasi yang sangat berisiko bagi kendaraan berawak.

Untuk menghemat biaya pembuatan, senjata ini berbagi sistem senjata dan bagian mesin dengan kendaraan bernama Bradley Fighting.

Senjata tersebut termasuk meriam 30mm, senapan mesin dan mesin bertenaga 300hp. Kendaraan ini juga memiliki software navigasi otomatis yang mampu merancang dan mengikuti jalurnya sendiri tanpa masukan dari sumber luar.

7. Active Denial System (ADS)
 

Senjata buatan Raytheon (RTN) ini memiliki julukan Senapan Cahaya AS. Senjata ini merupakan perpaduan radar dan gelombang mikro. ADS menembakkan aliran gelombang elektromagnetik yang lebih pendek dari gelombang mikro yang secara instan diserap lapisan teratas kulit.

Rasa sakit yang dihasilkan sangat intens yang membuat orang ingin menjauhinya. Karenanya, militer menyebutnya ‘Senjata Selamat Jalan’. ADS dipakai secara domestik dan militer mengklaim, efek dari senjata ini tak akan melekat.

8. Laser Avenger

http://www.blogcdn.com/www.engadget.com/media/2007/11/laser-avenger-630.jpg

Senjata buatan Boeing (BA) ini berdiameter beberapa centimeter dan tak akan terlihat dengan mata telanjang. Laser ini 20 kali lebih panas dibanding kompor listrik dan mampu menembus kulit artileri dengan mudah.

Senjata ini memiliki misi menghancurkan Improvised Explosive Devices (IEDs) yang bisa melukai tentara musuh dengan parah dibanding senjata lain. Saat ini, senjata ini juga sedang dalam tahap uji untuk menjatuhkan pesawat.

9. MAARS Robot (Modular Advanced Armed Robotic System)
http://regmedia.co.uk/2008/06/05/maars_with_grenades.jpg

Senjata buatan QinetiQ (QQ) ini merupakan modifikasi kendali jarak jauh dan robot penjinak bom. Robot ini dibuat berdasarkan beragam kebutuhan dan dapat dipasang senapan mesin MB240 dan peluncur granat 40mm atau pengeras suara dan laser.

10. XM2010 Enhanced Sniper Rifle
http://images-kitup.military.com/wp-content/uploads/2011/04/xm2010-in-stan.jpg

Senjata buatan Remington ini merupakan modifikasi M24. Senjata ini dirancang agar efektif digunakan di ketinggian dengan jarak tempur jauh di Afganistan.

Agar tak bersuara, senjata ini dilengkapi peredam flash dan suara serta ‘kerah’ panas FLIR untuk menyembunyikan barel senapan yang menghangat.

11. XM25 Individual Airbusrt Weapon System (IAWS)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTu74utkJRkCZIQQJYSbAf0kEJ-6q0veo68lRdF0zV_cE4L2oNb_98p6iZ4pjxElp5OGz64W4ihnVZo6uKfWqzgxsSrUs7r7DO8tRcrbI5SgyOHTguWise6hQj9tTqH9WH1IMh8coVGH-X/s640/xm25-individual-airburst-weapon-system-iaws.jpg

Senjata buatan Heckler&Koch ini memiliki julukan ‘The Punisher’ dan mampu menembakkan granat generasi baru dengan akurat pada jarak 500 meter.

Menariknya, granat senjata ini dapat diprogram secara manual dalam jarak 10 meter hingga mengenai target.

Sumber :
inilah.com

Kamis, 28 November 2013

Gandiwa: Heli Tempur Masa Depan Buatan Indonesia







Bagi Indonesia punya program pesawat tempur masa depan macam KF-X/IF-X yang notabene masuk kategori jet tempur generasi 4,5 memang belum cukup. Maklumlah kebutuhan TNI akan alutsista tak hanya mentok pada urusan pesawat tempur.  Sebagai contoh kebutuhan heli tempur dengan kemampuan serang sebagai “pelengkap” kehadiran pesawat tempur TNI juga sangat dibutuhkan dan semestinya tak boleh dilupakan. Apalagi jika yang dijaga adalah wilayah kepulauan seluas Indonesia. Kebutuhan itu tanpa melalui perdebatan panjang jelas wajib hukumnya.
Kiat untuk menutupi kebutuhan heli serang bukannya tak pernah dilakukan. Bahkan karena kebutuhannya yang lumayan mendesak, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kemudian memodifikasi heli NBO-105 menjadi heli serang. Namun  namanya juga heli hasil modifikasi, kemampuannya tak bisa di samakan dengan heli tempur murni. Selain itu heli serang ini lebih cocok untuk bantuan tembakan udara (close air support) bagi soft target seperti pasukan infanteri, truk militer, rantis dan ranpur ringan. Sedangkan untuk hard target macam tank lebih cocok diemban oleh heli tempur.
 

Rabu, 13 November 2013

8 Perangkat Teknologi yang Aneh

Bayangkan perangkat ini, sikat gigi bisa melihat isi mulut dengan jelas, atau merasakan planetarium di rumah sendiri. Atau bahkan 'ngebom' di toilet sambil merasakan pijatan di pinggang.

Berbagai perangkat teknologi dengan fungsi di atas benar-benar ada, loh.  Memang serasa aneh dan tak lazim. Untuk lengkapnya simak daftar di bawah ini.

1. Miharu Home Care Camera

Jumat, 08 November 2013

WildCat, Robot Lincah Penakluk "Cheetah"



Tahun lalu, ketika DARPA merilis video sebuah robot baru yang dirancang untuk meniru gerakan dan kecepatan dari cheetah, sebagian dari kita pasti takjub oleh kemampuan mesin itu yang dapat mengejar dan menghindar pada kecepatan hampir 30 mph.

Rabu, 06 November 2013

Panel Surya Sekarang Bisa Diinjak

Selama ini instalasi panel surya masih merepotkan. Harus dipasang di atap, atau membangun tiang khusus untuk pemanfaatan tenaga matahari. Terlalu banyak makan tempat. Masalah ini menimbulkan ide tim di The George Washington University (GW) membuat panel surya yang bisa diinjak-injak.
 

Postingan Lama Beranda
Branch